Monday, February 11, 2013

Apa kabar si layangan?



ada yang aneh dengan akhir-akhir ini, mari kita coba dengan analogi layangan, dengan tanpa bermaksud untuk mengganggap yang kita analogi ini bukan manusia apalagi lebih rendah dari itu.

suatu hari, tanpa disengaja aku ngeliat layangan yang menurutku bagus. layangannya ga wah banget, ukurannya biasa aja, tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar. layangan ini ga pake asesoris yang berlebihan seperti ekor yang sepanjang tiang panjat pinang, atau sayap yang merumbai2. bentuknya juga sangat standar selayaknya layangan, sekilas tidak ada beda dengan layangan pada umumnya, tapi ntah kenapa disitu, saat itu juga aku suka sekali dengan layangan ini, mungkin karena memang simple dan tidak berlebihan itu lah makanya aku jadi suka, kalau ditanya alasan lebih lanjut jujur aku juga ga tau kenapa, ya karena emang suka aja.

Kurangnya pengalaman, atau mungkin karena memang sudah lama banget ga maen layangan, maka aku coba tanya ke teman-teman yang masih (mungkin) tau caranya, bahkan aku coba tanya dengan layangan yg lain, gmn caranya? Karena saat ini (dan mungkin untuk seterusnya) aku ga mau lagi layangan lainnya, mau sebagus apa pun itu.

Berbekal cerita mereka (sang pemain layangan serta layangan itu sendiri), aku coba untuk main dengan layangan ini. Cari angin, ulur benang, tarik lagi, sebisa mungkin pas takarannya menurut feeling sendiri. Suatu saat saat sedang diulur, si layangan tiba-tiba enggan bergerak lagi. Putus sih tidak, karena dia masih mengambang di deburan awan disana, tapi si layangan juga tidak berpindah tempat, hanya disitu saja.


(disambung bentar, udah mau berangkat kerja ^^)





3 comments:

Ojat said...

udah tembak aja.. kasian pake tarik ulur :)) *apasih*

Rima said...

ini teh serius ngomongin layangan? or do I have to read between the lines? :P

RayNocturne said...

no comment aja ah buat semuanya :p